Pasir Besi Siap Dibuka

Thursday, 27 Jun 2013 | 09:50:09 WIB

Terkait

SINGAPARNA, (KP).- Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Erry Purwanto menya­takan pemberhentian sementara pertambangan pasir besi, semata-mata untuk mencari solusi agar PAD berpihak kepada kemakmuran rakyat.
Sejak awal, kata dia, yang telah dilakukan Pemerintah Ka­bu­paten Tasiknmalaya terkait usaha pertambangan pasir besi adalah seluas-luasnya untuk kemakmuran rakyat Kabupaten Tasikmalaya dan demi kemajuan pembangunan di Kabu­paten Tasikmalaya dengan me­nekan sekecil mungkin resiko dampak kerusakan akibat usaha tersebut.
Pemerintah berupaya keras agar bagaimana pasir besi berpihak kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Na­mun kenyataannya, harta kekayaan alam berbentuk pasir besi yang begitu banyak tidak berdampak kepada kesejahteraan rakyat.
Menurunya, salah satu alternatif yang dibuat pemerintah disaat kebijakan penghentian usaha pertambangan pasir besi diberlakukan adalah, pembuatan pabrik pengolahan pasir besi agar yang diangkut dari tanah Tasikmalaya hanya ber­bentuk bahan setengah jadi alias bukan row material.
Na­mun kemudian alternatif ini tidak terlihat ada kemajuan untuk dapat direalisasikan. Kemudian alternatif kedua adalah membangun terminal khusus (tersus) atau pelabuhan yang hingga saat ini masih dalam proses perencanaan.
Dengan tersus tersebut, seluruh barang tambang termasuk pasir besi diangkut melalui jalur air sehingga mengurangi resiko kerusakan infrastruktur jalan. Akan tetapi alternatif inupun tidak dapat direalisasikan semudah membalikkan tangan disaat para pengusaha dan sejumlah warga kini mendesak agar usaha pertambangan pasir besi kembali dibuka.
"Satu-satunya jalan keluar yang dirasakan lebih mudah ketika kebijakan pengehentian usaha pertambangan pasir besi dicabut adalah, komitmen para pengusaha pertambangan pasir besi untuk tidak menjual seluruh pasir besi ke buyer atau perusahaan pembeli di luar Tasik­malaya. Seluruh pasir besi harus dijual dan diekspor kepada perusahaan pemilik kuota ekspor dengan IUP Tasik­ma­laya sehingga royalti masuk ke Kabupaten Tasikmalaya," kata Erry pada acara audiensi ber­sama Forum Komunikasi Ormas/LSM Tasikmalaya di ruang rapat pasripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/6).
Selama ini, dari hasil survei ke Cilacap, ternyata ratusan ribu metrix ton pasir besi dari Tasikmalaya dijual melalui perusahaan eksportir IUP Cilacap sehingga Royalty masuk ke Cilacap.
Wakil Ketua Tim terpadu Penghentian Sementara Kegi­atan Usaha Pertambangan Pasir Besi, H.E.Z.Alfian mengatakan, saat ini ada perusahaan pertambangan pasir besi pemilik IUP yang telah siap membantu pemerintah membangun tersus.
"Pembangunan Tersus masih dalam proses, dengan rancangan biaya sebesar Rp 32 miliar," jelasnya. E-26***

Author : Duddy Rahayu Suhada Dibaca : 557 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Ada 2 Komentar untuk berita ini Kirim Komentar Anda
  1. Slamet Priyadi

    Comment Arrow Saturday, 06 Jul 2013 | 23:06:13 WIB

    Untuk kemakmuran rakyat apa pejabat, nih?


  2. Suhendar

    Comment Arrow Thursday, 11 Jul 2013 | 10:17:33 WIB

    Dear Pak H. Erry Purwanto, Masyarakat mana yang harus menikmati PAD dari Tambang Pasir Besi. Yang Ada infrastruktur jalan Rusak yg berakibat jalur usaha perdagangan masyarakat TASEL jadi terkendala akses ke Ibu Kota Tasikmalaya.


Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.