Ramayana Mal Tasik Didemo Warga

Thursday, 13 Jun 2013 | 09:15:06 WIB

Terkait

TASIKMALAYA, (KP).-
Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Dasawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, mela­kukan aksi demo di lokasi pemba­ngun­an Ramayan Mal Tasikmalaya di Ja­lan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (12/6).
Warga mengaku kecewa, karena merasa dipermainkan pihak manajemen perusahaan. Padahal, sebelumnya pihak perusahaan sudah berjanji akan menerima 70 persen warga se­tempat untuk bekerja di Ramayana. Namun kenyataannya hanya sekitar 10 persen saja warga yang diterima di Ramayana yang akan “launching” pa­da 29 Juni mendatang.
Aksi warga semakin memanas, ke­ti­ka pihak manajemen tidak bisa menemui warga yang berada di luar ge­dung. Mereka yang kecewa langsung melakukan aksi bakar ban di depan halaman Ramayana. Akibat adanya aksi tersebut, sejumlah pekerja di lokasi memilih berhenti dan meninggalkan lokasi, karena takut ancaman warga setempat yang emosi.
Massa aksi menuntut pihak manajemen memperjelas sistem rekrutmen tenaga kerja lokal. Mereka menuding, perusahan terkesan menutup-nutupi informasi lowongan kerja serta lebih mengutamakan tenaga kerja dari luar daerah. Warga mengancam jika pihak Ramayana tidak memberikan jawaban dan keputusan hingga 20 Juni mendatang, maka akan menutup Ramayana dengan mengerahkan massa lebih besar lagi.
“Kami menuntut perusahan memberikan peluang dan memberdayakan tenaga kerja lokal,” ujar salah seorang massa aksi.
Menurut massa aksi, sebelumnya pihak perusahaan telah berjanji akan memberikan peluang 70 persen untuk tenaga kerja lokal yakni dari wilayah yang berada di sekitar Ramayana Mal Tasik­malaya. Namun buktinya, hingga menjelang pembukaan, tenaga kerja yang direkrut hanya sekitar 10 persen saja. Artinya, Ramayana Mal Tasikmalaya tidak melibatkan banyak masyarakat untuk dijadikan tenaga kerja. Dengan demikian kehadiran Ramayana dinilai tidak mengurangi jumlah pengangguran di daerah sekitar.
Hal ini sebagaimana dikatakan salah seorang warga, Dedi Supriadi (38) warga Nagarawangi, sudah banyak warga yang berusaha mengajukan surat lamaran kerja dan sampai saat ini belum ada tanggapan, bahkan tidak diakomodir. Memang ada beberapa orang yang direkrut oleh perusahaan, namun hanya beberapa orang saja.
“Dari kebutuhan karyawan 500 orang, yang direkrut Ramayana hanya beberapa orang saja,” ujarnya.
Padahal, kata Dedi, selain tenaga skil, warga Nagarawangi juga banyak yang memiliki kemampuan memadai, namun sama sekali tidak ada kesempatan. Meski sudah ada yang mencoba mengajukan lamaran namun sampai saat ini belum ada yang direkrut.
Selain masalah rekrutmen tenaga kerja, aksi tersebut juga menyinggung masalah pengelolaan parkir di Ramayana. Massa berharap pihak Ramayana memperhitungkan kemampuan warga lokal untuk mengelola parkir. Namun sampai saat ini pihak Ramayana belum ada koordinasi terkait pengelolaan parkir.
Penasehat Forum Dasawangi, yang juga sebagai Ketua RW Nagarawangi, H. Adang Muslih (48) mengatakan, dari kebutuhan karyawan sekitar 540 orang, hanya sekitar 10 persen saja tenaga kerja lokal, selebihnya dari luar daerah.
Dia berharap, pihak Ramayana secepatnya memberikan keputusan dan lebih memperhatikan tenaga kerja lokal.
Menanggapi tuntutan warga tersebut, pihak HRD Ramayana, Feri Irawan mengatakan, dengan adanya aksi tersebut perusahaan akan melakukan evaluasi dan mempertimbangkan lamaran warga setempat. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk bersabar menunggu keputusan dari pimpinan pusat perusahaan.
Meski belum ada keputusan yang pasti dari pihak Ramayana, warga membubarkan diri. Namun mereka mengancam akan melakukan aksi besar dan menutup Ramayana jika tuntutannya tidak diakomodir.
E-14***

Author : Dedi Sunardi Dibaca : 733 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.