Pengacara Al-Idrisiyyah Datangi Polresta Tasik

Tuesday, 30 Apr 2013 | 09:45:02 WIB

Terkait

TASIK, (KP).-
Setelah membantah ada­­nya dugaan aliran sesat, ku­asa hukum Al-Idrisiyyah dari Egi Sudjana Partner menga­ku belum puas dengan perkembangan penyelidikan yang saat ini tengah berja­lan di Polres Ta­sikamlaya Kota.
Dia menuding polisi tidak seri­us dalam mena­ngani ka­sus pe­nyerangan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang. Pasalnya, hingga sa­at ini sejak kasus itu dilaporkan tidak ada perkem­bangan dalam pena­ngan­annya.
Atas kekesa­lan itu, kuasa hu­­kum Al-Idri­siy­yah, Feldy Ta­ha, SH, bersama sejumlah pengurus Al-Idrisiyyah mendatangi Polres Tasik­ma­laya Kota untuk mempertanya­kan perkembangan penyelidi­kan kasus yang dila­kukan polisi.
“Kami datang untuk me­nanyakan sudah sejauh ma­na perkembangan penyidikan dari pelaporan yang telah kami sampaikan atas penyerangan oleh sekelompok orang ke Ponpes Al-Idrisiyyah,” ujar Feldy Taha, SH, kepada wartawan, Senin (29/4).
Menurutnya, sejauh ini polisi belum menetapkan satu pun tersangka atas kasus penyerangan pesantren yang telah merusak sejumlah fasilitas dan melukai beberapa orang santri. Padahal, pihaknya sudah memberikan sejumlah alat bukti dan hasil visum dari medis.
Bahkan, kata Feldy, sejauh ini pihaknya juga belum mendapatkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) dari Polres Tasikmalaya Kota. Kendati demikian, dia mengapresiasi kinerja Polres Tasikmalaya Kota yang sudah merespon dan cepat tanggap atas pelaporan yang dilakukannya, meskipun hasilnya belum membuat pihaknya merasa puas.
“Saat ini kami menunggu hasil dari penyelidikan. Semoga polisi bisa secepatnya menuntaskan kasus ini, karena semua kelengkapan alat bukti dan saksi saya kira sudah cukup banyak,” desaknya.
Dijelaskan Feldy, masalah hukum kliennya itu adalah pelangaran berat. Dimana pengrusakan dengan tindak kekerasan, penyebaran berita bohong atau fitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.
“Ada tiga poin yang dilaporkan ke polisi, pertama adalah perbuatan tidak menyenangkan yang disertai ancaman, kedua penyebaran statemen fitnah dan pencemaran nama baik melalui selebaran dan media, dan yang ketiga melakukan penyerangan dan perusakan,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Januar Kencana mengaku, penuntasan kasus penyerangan terhadap Ponpes Al-Idrisiyyah adalah prioritas. Sehingga pihaknya langsung melakukan penyelidikan sejak adanya laporan.
Saat ini pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi, juga mengumpulkan kelengkapan alat bukti dan hasil visum. Namun hasil dari penyelidikan tersebut, pihaknya belum ada yang mengarah kepada tersangka. Karena pihaknya harus teliti dan berhati-hati.
“Kami belum bisa memberikan kepastian waktu kapan dapat menetapkan tersangka dan harus menggali lebih dalam lagi kasus tersebut. Namun kami juga akan tindak lanjuti secepatnya untuk menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Debat Ilmiah
Sementara itu Ikatan Kiai Muda (IKM) Tasikmalaya menanggapi usulan untuk melakukan debat ilmiah yang diusulkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah Cisayong Tasikmalaya, Syekh M. Fathurahman, pihaknya akan bermusya­warah terlebih dahulu dengan ikhwan untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaannya.
“Insya Allah nanti malam kita akan bermusyawarah dahulu dengan ikhwan-ikhwan IKM terhadap acara debat ilmiah yang diusulkan Pimpinan Ponpes Al Idrisiyyah. Masalah di mana letak penyimpangannya, itu kan wewenang MUI, baik di daerah dan fatwa dari MUI Pusat,” kata Sekertaris Jenderal IKM, Ate Furqoen, kepada wartawan, di sela-sela Tablig Akbar Silaturahmi Ulama, Umaro, Ormas dan Masyarakat di Ponpes Al Mujahidin Tasikmalaya, Senin (29/4).
Sebagaimana diberitakan “KP” kemarin, Syekh M. Faturahman merasa keberatan terhadap pemberitaan di media massa dan mengaku tidak diundang dalam musyawarah dan silarturahmi antar-ulama, Pemerintah dan tokoh masyarakat dengan tema “Damai tanpa Maksiat dan Ajaran Sesat” yang digagas Ikatan Kiai Muda (IKM) Kota Tasikmalaya, di Gedung Dakwah Islamiyah, akhir pekan lalu.
“Tentang acara di Gedung Dakwah, IKM hanya menjembatani supaya Tasik kondusif, jangan sampai terjadi bentrokan. Makanya kita juga menanggapi usulan untuk debat ilmiah, supaya Tasik itu menjadi kondusif,” katanya. (E-18/Inu)***

Author : Dedi Sunardi Dibaca : 388 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.