Minim, Kepala Sekolah Berlatar Belakang Guru PAI

Thursday, 21 Feb 2013 | 08:05:51 WIB

Terkait

TASIK, (KP).-
Minimnya guru Pendi­dikan Agama Islam (PAI) yang menjadi Kepala Se­ko­lah, termasuk di ting­kat Sekolah dasar di Kota Tasikmalaya menjadi sa­lah satu keprihatinan pa­ra guru PAI di lingkungan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI di kota ini.
Fakta yang menunju­kan hanya terdapat sekitar 20 kepala sekolah yang berlatar belakang guru PAI dianggap se­buah pendiskrimina­sian dan diharapkan segera dikikis.
“Ya tak lebih dari 20 guru PAI yang jadi kepada sekolah SD dari se­banyak 261 SD yang tersebar di kota Tasik­­ma­laya. Ini jelas membuat kami prihatin dan menjadi tantangan ter­sen­­diri,” ungkap Sekre­taris KKG PAI Jawa Barat Engkos Kosasih M.Pd, di sela kegiatan Workshop Me­dia Pembelajaran PAI Berbasis ICT di Hotel Mangkubumi Kota Tasik­malaya yang berakhir Minggu (17/2) lalu.
Sadar dengan situasi itu, pihaknya pun terus gencar melakukan pembinaan terhadap para guru agar kelak tongkat estafet kepemimpinan tak melulu menjadi milik guru berlatar belakang non PAI.
Malah seperti ditegas­kan Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Drs.H. Ahmad Fatoni MM yang jadi pembicara pada aca­ra yang dihadiri 50 guru PAI SD itu, para guru PAI harus berani berada paling depan dalam merumuskan kebijakan sekolah. Menjadi kepala sekolah, kata Fatoni menjadi peluang bagi guru PAI untuk lebih memberi peran lebih besar. Selain Fatoni, pembicara lain yang hadir yakni H. Abu Bakar (Kabid PAI Kanwil Kemenag Jabar) serta perwakilan dari Dirjen PAIS Kemenag RI.
Sementara melalui workshop itu, Engkos berharap para guru PAI minimal bisa mengembangkan pola penelitian tindakan kelas, sehingga akan muncul rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi tindakan ke depannya.
“Kalau tidak memiliki pola, berat juga. Makanya, pembinaan dan pelatihan seperti ini akan terus kami galakan di lingkungan guru PAI SD,” kata Engkos. E-20***

.*

Author : Duddy Rahayu Suhada Dibaca : 157 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.