Jenazah Selih Akhirnya Dikremasi

Thursday, 21 Feb 2013 | 08:04:17 WIB

Terkait

TASIK, (KP).-
Suasana haru terlihat di Krematorium Tasikmalaya Yayasan Darma Bakti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/2). Peti jenazah yang memuat jasad Selih Rosalina (40) korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri, diletakan di depan tungku pembakaran menunggu dikremasi.
Sejumlah keluarga, kerabat dan sejumlah teman korban yang datang tampak meneteskan air mata saat prosesi kremasi berlangsung. Sebagian yang hadir tampak berdoa sambil diiringi gitar untuk pelepasan jenazah.
Tampak pula anak laki-laki dan mantan suami korban. Keduanya sangat terpukul atas kematian orang yang dicintainya itu. Keduanya memberikan penghormatan terakhirnya kepada korban.
Sebelumnya, korban di otopsi tim medis di RSUD Tasikmalaya. Korban dibunuh Minggu (10/2) lalu dan baru diketemukan Senin (18/2) setelah pelaku yang merupakan pacarnya sendiri berhasil dibekuk polisi. Korban dibunuh dengan cara dipukul dengan menggunakan pipa besi setelah sebelumnya terjadi perĀ­tengĀ­karan akibat pelaku cemburu.
Jasad korban sebelumnya disembunyikan di kamar korban selama dua hari dengan dibungkus kain sprei. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Cipatujah dan dikuburkan di pinggir pantai untuk menghilangkan jejak dari polisi.
Jasad korban dikuburkan sekitar 25 meter dari jalan raya Pasanggrahan-Sindangkerta jalur pantai, dan hanya sekitar 50 meter dari bibir pantai, serta hanya berjarak 100 meter dari pemukiman warga.
Kini, pelaku masih dalam pemeriksaan polisi. Selain itu polisi juga masih mengumpulkan barang bukti untuk mendakwa pelaku. Pasalnya, saat pembunuhan terjadi tidak ada saksi.
Teman korban, Elis mengaku tidak percaya temannya akan tewas tragis dan mengenaskan. Menurutnya, korban merupakan teman yang menyenangkan, loyal dan baik. Dia berharap, pelaku harus menerima hukuman yang setimpal.

Masalah seks
Sementara itu, pelaku Her (26) mengaku, sebelum pembunuhan itu terjadi, dia dengan korban terlibat pertengkaran. Menurut Her, pemicu pertengkaran karena Selih terus-menerus membicarakan soal hubungan seks-nya dengan pria lain. Selih pun, kata Her, terus-terusan melecehkannya dalam hal urusan ranjang.
"Saat itu saya pun memintanya untuk berhenti mebicarakan hal itu, eh malah terjadi percekcokan. Akhirnya saya mendorongnya, tetapi dia malah membalas dengan mencakar wajah saya. Saya tidak bisa mengendalikan diri, terjadi saling pukul," ujar Her.
Menurutnya, karena korban terus mencakar, kemudian dirinya mengambil kunci pipa yang ada di sekitar itu, dan memukulkannya ke kepala korban, lalu mencekiknya hingga meninggal. "Setelah kejadian itu saya merasa bersalah dan berniat untuk menyerahkan diri. Tapi saya tidak tahu harus melalui siapa. Namun sebelum niat itu, saya terlebih dahulu ditangkap polisi," akunya. E-18***

Author : Moch. Ridwan Dibaca : 379 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.