Jatah Menurun Raskin Telat, Rakyat Teriak

Friday, 25 Jan 2013 | 09:48:31 WIB

Terkait


Penyebabnya kami masih menunggu verifikasi data dari TNP2K atau Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan

H. Ruswa Sumarna
Kabag Ekonomi

BANJAR,(KP).-
Sejumlah warga penerima Raskin di wilayah Kota Banjar mempertanyakan pasokan beras murah dari pemerintah tersebut. Pasal­nya hingga akhir bulan Januari ini, distribusi beras Raskin tak kunjung dilakukan. Padahal bagi masyarakat tak mampu, program bantuan beras Raskin cukup membantu pemenuhan kebutuhan pangan. Apalagi saat ini harga beras di pasaran relatif melambung tinggi.
“Raskin belum ada semenjak masuk tahun 2013 ini. Lumayanlah cukup membantu, walaupun ter­ka­dang kualitasnya buruk, tapi bisa disiasati dengan cara dicampur dengan beras yang lebih baik kualitasnya,” kata Ny. Susi (30), warga Lingkungan Cika­buyutan Timur Kelurahan Hergasari Kota Banjar.
Saat dikonfirmasi Kepala Bagian Ekonomi Sekre­tariat Daerah Kota Banjar, H. Ruswa Sumarna mengatakan beras Raskin untuk tahun 2013 ini belum bisa dibagikan karena pasokan dari pemerintah pusatnya pun belum datang.
“Kami juga masih menunggu dari pemerintah pusat. Mungkin dalam satu dua minggu ini bisa segera direalisasikan,” kata Rus­wa.
Dia mengatakan keterlambatan distribusi Raskin di tahun 2013 ini hanya terkendala masalah teknis. “Penyebabnya kami masih menunggu verifikasi data dari TNP2K atau Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan,” kata Ruswa.
Penurunan Jatah
Lebih lanjut Ruswa juga memaparkan, di tahun 2013 ini, jatah Raskin yang diterima Kota Banjar mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada periode Juni sampai Desember 2012, jumlah penerima beras Raskin sebanyak 11.611 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). Semen­tara untuk awal tahun 2013 ini jumlah penerima Raskin sebanyak 9.686 RTSPM. “Ada penurunan sekitar 16 persen atau 1.925 RTSPM,” kata Ruswa.
Ikhwal penurunan jatah Raskin ini, menurut Ruswa merupakan kebijakan pemerintah pusat khususnya TNP2K. “Kita belum tahu pasti variabel yang menyebabkan penurunan jatah Raskin ini, karena ini merupakan kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu terkait potensi kegaduhan di mas­yarakat terkait penurunan jatah Raskin ini, Ruswa mengaku tidak terlalu mengkhawatirkannya. Karena seperti biasanya, pembagian Raskin akan dilakukan pemerataan.
“Langkah antisipasi yang kami lakukan adalah sosialisasi sehingga masyarakat pun tahu bahwa penurunan ini dipicu oleh kebijakan pemerintah pusat. Kemu­dian solusinya bisa dila­kukan pemerataan agar se­mua warga miskin baik itu yang terdata atau tidak, bisa kebagian,” kata Ruswa. E-12***

Author : Teguh Arifianto Dibaca : 184 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.