KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN

Wednesday, 23 Jan 2013 | 09:12:25 WIB

Terkait

Menuju Kawasan Wisata Keluarga

Dibalik potensi tambang pasir besi yang berlimpah, Cipatujah memiliki potensi alam yang indah. Bentangan pantai sepanjang 10 kilo meter menjadi modal besar bagi Kecamatan Cipatujah untuk tumbuh menjadi kawasan Wisata Pantai unggulan di Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun kawasan pantai di Cipatujah yang berkarakter unik yang tidak bisa dimanfaatkan untuk berenang, itu tidak menjadi halangan wisatawan untuk datang ke Cipatujah.
Buktinya, kunjungan wisata ke Pantai Cipatujah terus mengalami peningkatan tiap tahun, terutama pada hari raya lebaran dan tahun baru. Polesan di sana-sini mutlak harus dilakukan, agar Cipatujah kian tersohor.
Camat Cipatujah, Bambang Mulyanto memiliki konsep yang terarah dalam penataan kawasan wisata di Cipatujah. “Sesuai dengan visi misi Kabupaten yang Religius Islam, pengembangan wisata pantai Cipatujah kita konsep jadi wisata keluarga. Ini akan nyambung, karena di Kabupaten Tasik belum ada,” kata Bambang akhir pekan kemarin.
Ketika konsepnya wisata keluarga, otomatis infrastruktur pembangunan wisata kawasan Cipatujah yang memiliki luas wilayah 24.465.65 hektar harus menyediakan sarana bermain keluarga dan anak-anak. Sehingga tudingan masyarakat yang melegitimasi obyek wisata lekat dengan kemaksiatan, lambat laun dengan sendirinya akan terbantahkan.
Kata Bambang, yang harus disiapkan pemerintah adalah membangun jalan wisata yang saling menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainya yang bisa dilalui kereta keluarga. Para wisatawan bisa menikmati suasan pantai dari kereta.
“Itu sebagai solusi ketika kawasan pantai tidak bisa dijadikan untuk berenang. Pengunjung bisa menyaksikan keindahannya,” tutur Bambang.
Sarana lain, yang harus disiapkan pemerintah adalah membangun sea world atau aquarium besar yang bisa memperlihatkan keanekaragaman potensi ikan yang ada di Cipatujah. Tidak hanya itu, utuk menunjang pengunjung agar betah berlama-lama di Cipatujah, dilengkapi dengan sarana water boom yang bisa menjadi sarana bermain di kawasan pantai.
Dan yang tidak kalah penting adanya sarana bermain anak-anak, juga panggung hiburan yang bisa mempertontonkan kesenian khas masyarakat Cipatujah.
Dengan demikian, pembangunan fasilitas yang bisa menarik keluarga dan anak-anak tidak bisa ditawar lagi selain harus dilakukan di Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk 65.855 jiwa, dengan harapan popularitas Cipatujah terus melambung.
Tokoh Masyarakat Cipatujah, Gunawan Yudo Harto sepakat potensi wisata pantai Cipatujah dikembangkan menjadi kawasan wisata keluarga. Dampaknya akan besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Cipatujah itu sendiri. Apalagi pengembangan kawasan Jabar Selatan terus dilakukan Pemerintah provinsi dengan dibangunnya jalur Nasional Selatan.
Cipatujah kata Gunawan, harus sudah mempersiapkan diri menjadi kawasan wisata keluarga. Ketika jalur nasional tersebut selesai, masyarakat yang akan berkunjung ke Pangandaran dari Jakarta melalui jalur tersebut setidaknya akan terkesima dengan potensi Cipatujah.
“Peluang ini yang harus ditangkap oleh Cipatujah. Tidak menutup kemungkinan Cipatujah akan terkenal seperti halnya Pangandaran. Dan ketika jumlah wisatawan membludak, kesejahteraan masyarakat juga terdongkrak,”katanya.Abdul Latief/”KP”

POTENSI
Jajaran Mutu Manikam Pantai Selatan Mempesona

CIPATUJAH, kecamatan dengan 15 desa terdapat beberapa pantai yang memiliki keunikan tersendiri dan tidak kalah dengan kawasan pantai di daerah lain. Setidaknya ada 5 desa yang memiliki kawasan pantai, diantaranya Desa Ciheras dengan bentangan pantai sepanjang 9,40 kilometer, Ciandum bentangan pantai 2,55 kilometer, Cipatujah bentangan pantai 3,40 kilometer, Sindangkerta bentangan pantai 6,10 kilometer dan Desa Cikawungading dengan bentangan pantai 3,50 kilometer.
Di sebelah barat Cipatujah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut, terdapat pantai Bubujung tepatnya di Desa Ciheras. Kawasan Pantai ini memiliki daya tarik tersendiri adanya batuan-batuan karang di pinggir pantai yang indah dan membentang seperti benteng alam yang kokoh.
Tidak jauh dari kawasan itu terdapat kolam-kolam ikan yang bisa dikemas menjadi kawasan tambak udang dan bandeng. Ratusan kolam itu pun bisa dikemas menjadi kawasan agrowisata di bidang perikanan. Pengunjung bisa mengambil bandeng atau pun udang dari kolam atau bisa memasak langsung sesuai dengan selera masing-masing. Deburan ombak menjadi pemandang tersendiri saat menikmati hidangan khas.
Di pantai Bubujung juga para pengunjung bisa me­nikmati hidangan kuliner khas yakni goreng buyutuk. Buyutuk sendiri merupakan hewan khas pantai yang bisa ditemukan di pinggir pantai Bubujung. Ben­tuknya lonjong sebesar ibu jari dan berkaki banyak kerap terbawa ombak ke pinggir pantai. Di tempat lain panganan yang bisa me­ning­katkan “gairah laki-laki” itu jarang ditemukan.
Di bagian tengah, Cipatujah memiliki Pantai Sindangkerta yang saat ini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Ka­wa­san ini tinggal dipercantik lagi agar jumlah kunjungan terus meningkat. Sebagai penunjangnya bisa dikembangkan sentra-sentra kerajinan dengan bahan baku pandan yang ada di kawasan tersebut. Termasuk adanya sentra kerajinan coet dan gula merah yang bisa dikemas menjadi paket wisata keluarga Sin­dangkerta.
Bagian timur Kecamatan Cipatujah sendiri memiliki pelabuhan pendaratan ikan (PPI) di pantai Pamayangsari. Di pinggirnya sudah terdapat beberapa tempat makan yang menyajikan hasil laut Ci­pa­tujah. Sarana kuliner khas laut terus ditata dan dikembangkan semenarik mungkin menjadi kawasan khas di Cipatujah. Secara otomatis itu akan mendongkrak kunjungan wisata ke Cipatujah.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi menyebutkan potensi laut Cipatujah masih berlimpah dan baru tergali 13 persennya saja.
Dan jika potensi ikan bisa tergali secara optimal, kesejahteraan masyarakat Cipa­tujah akan meningkat. Belum lagi kalau sektor pariwisata pantai di data akan saling menunjang antara potensi laut dengan pariwisata.
“Penataan kawasan pantai Cipatujah menjadi wisata keluarga mutlak harus dilakukan dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat Cipatujah,”ujar dia.
Sebagai penunjang, Kata Camat Cipatujah, Bambang Mulyanto, masyarakat yang ada di sekitar kawasan Pantai dibina dan diberi pelatihan sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing daerah. Bisa juga dengan memberlakukan bapak angkat agar semua potensi yang ada bisa dimanfaatkan untuk menunjang wisata keluarga.
Potensi pantai Cipatujah belakangan ini kerap dija­dikan lokasi pengambilan gam­bar oleh stasiun televisi lokal dan nasional. Termasuk Pantai Bubujung yang dijadikan pengambilan gambar sebuah program di Taz TV.
Selain kaya akan potensi alam dan pantai, Cipatujah juga memiliki tradisi yang khas. Bahkan saat ini sudah menjadi agenda khusus tahunan yang menampilkan seni tradisi.
Salah satu agenda tahunan yang rutin digelar di Ci­pa­tujah adalah syukur laut ne­la­yan Pamayangsari yang rutin digelar bulan Desember dan Hajat Lembur di Desa Sin­dangkerta yang digelar di Awal Tahun setiap tahunnya.
Kedua tradisi tersebut me­miliki kesamaan makna yakni mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME, Syukur laut dilakukan oleh nelayan secara khusus, sedangkan hajat lembur dilakukan oleh masyarakat yang bergerak di bidang pertanian yang ada di Cipatujah.
Tradisi lain yang bisa menunjang sektor pariwisata adanya balap kerbau di pantai Sindangkerta Cipatujah. Balapan ini berkaitan erat dengan adanya kawasan agrowisata di Cipatujah. Bah­kan para pengunjung bisa men­coba bertanding dan me­rasakan tradisi balap kerbau ini yang terbilang langka.
Masyarakat juga memiliki tradisi lain yang bisa dikemas un­tuk menunjang wisata ke­luarga Cipatujah seperti Ja­ipongan kuda lumping dan ju­ga pencak silat.(Abdul Latif/KP)***

Hijaukan Pantai Berbuah Manis
Undang Kuspendi atau yang akrab disapa Endang Negro, (46) tidak pernah berhenti untuk terus menghijaukan kawasan Pantai Cipatujah. Warga Desa Cipatujah itu akan merasa gatal jika melihat kawasan pantai yang kondisinya gersang tanpa ada pohon sedikit pun.
Tanpa basa basi ia akan langsung menanami kawasan pantai yang gersang dengan bibit tanaman yang dimilikinya tanpa harus merepotkan orang lain.
Tahun ini, Endang bersama rekan-rekannya menanami kawasan Pantai Pasanggrahan yang berada di sekitar pantai Cipatujah dengan pohon pandan dan kelapa serta tanaman lainnya. Untuk menanami kawasan yang terlihat seperti gurun sahara, Endang memilih pohon pandan dibanding tanaman lainnya.
Selain tersedia di rumahnya, ternyata pandan bisa dengan cepat menghasilkan uang. “Paling tiga tahun, pandan bisa dipanen masyarakat jadi cepat bisa diambil manfaatnya,” kata Endang Negro Sabtu (19/1).
Perselisihan paham antara Mang Daman dan Ceu Entar soal pandan yang ada di pinggir pantai satu bulan lalu menjadi inspirasi Endang Negro untuk menanami pandan di lokasi pantai yang kosong. Sekitar 500 pohon miliknya langsung ditanam agar kelak tidak ada lagi perselisihan diantara masyarakat Cipatujah.
Hasrat untuk menanami pandan ternyata mendapat respon dari pihak Bank Indonesia yang menyalurkan dana CSR kepada kelompok Wana Lestari yang dibentuk Negro. Dana tersebut pun dimanfaatkan untuk membeli 12.000 bibit pandan dan 300 pohon kelapa untuk menanami 3 kilo meter kawasan pantai Pesanggrahan.
Sekitar 3000 pohon pandan sudah ditanam Negro bersama Elan (46) Nono (46) Yeye Yusmana (45), Ade Kurnia (35) Hendi (36) dan Kadar (35) di kawasan Pesanggrahan. Bukan kali ini saja kelompok tersebut berbuat untuk menghijaukan lingkungan, tetapi sudah mereka lakukan sejak tahun 2006 lalu.
Karena aksinya, Cipatujah saat ini tumbuh menjadi kawasan paling hijau di Kecamatan Cipatujah. Sulit rasanya mencari kawasan gersang kecuali pantai Pasanggrahan.
Atas aksinya itu, Desa Cipatujah pun dianugrahi penghargaan oleh Pemerintah Pusat sebagai peringkat lima Nasional Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tahun 2012.(Abdul Latif/KP)

Author : Arief Farihan Kamil Dibaca : 396 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.