Teladan bagi Masyarakat

Friday, 25 May 2012 | 12:25:56 WIB

Terkait

Pesantren Berbudaya Lingkungan

Ada anggapan seorang santri yang memiliki penyakit kulit telah disebut sebagai santri yang sah. Guyonan itu selalu melekat dalam beberapa dekade terakhir.
Namun, sudah saatnya anggapan itu berubah dengan citra positif. Terlebih pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah ribuan memiliki peran yang sentral dalam pendidikan.
Keberadaannya pun sejatinya memberikan contoh positif di kalangan masyarakat sekitar dan luar daerah. Dengan begitu, lingkungan pesantren pun perlu dibangun karakter masyarakat Tasikmalaya.
Demikian diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda di Kampung Cigolong Desa Singasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, Nandang Sobarna ketika ditemui, Kamis (24/5).
"Dengan bergulirnya program pesantren berbasis lingkungan itu sangat positif. Sebagai salah satu pesantren yang masuk dalam program tersebut, motivasi menjadikan pesantren sebagai teladan masyarakat semakin tinggi," kata Nandang.
Dengan memberikan teladan kepada masyarakat, lanjut dia, diharapkan dapat diikuti pula oleh masyarakat sekitar. Terlebih kebersihan dalam agama adalah sebagian dari iman. "Zaman sudah berubah, kita harus berbenah terutama masalah kebersihan. Mungkin salah satu rekomendasi yang diberikan karena kita menggalakan kebersihan bersama masyarakat sekitar," katanya.
Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Prianto setidaknya ada tiga pesantren berbudaya lingkungan yang dijadikan percontohan. Ketiga pesantren itu berada di Kecamatan Pager Ageung, Manonjaya dan Taraju. Dengan begitu pihaknya bisa memberikan bantuan stimulan untuk penataan lingkungan, penghijauan dan pengelolaan sampah.
"Pesantren memiliki peran yang besar dalam membangun karakter masyarakat. Makanya kita menggulirkan program tersebut. Apalagi Tasikmalaya memiliki citra yang kuat sebagai kota santri," kata Rudi.
Dengan tiga pesantren percontohan ini, kata dia, diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi kepada pesantren lain terutama masalah lingkungan. Terlebih anggapan miring tersebut sudah saatnya diubah menjadi citra positif. (Inu)***

Author : Duddy Rahayu Suhada Dibaca : 373 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.