KH. Kholil Rohman Tutup Usia

Wednesday, 28 Dec 2011 | 20:29:01 WIB

Terkait

CIAMIS, (KP).-
Warga Ciamis kembali kehilangan salah serang ulama terbaiknya. Pengsuh Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung yang juga Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Kholil Rahman meninggal dunia, Selasa (27/11) pukul 10.15 pagi di Ruang ICU RSUD Camis.
Ribuan pelayat membanjiri pesantren Cijantung untuk menghadiri pemakaman jenazah di komplek Pesantren Cijantung di Jalan Ciamis-Banjar Km03, Dewasari, Cijeungjing, Ciamis. Tampak menghadiri pemakaman, Bupati Ciamis, Engkon Komara, Wakil Bupati Ciamis, Iing Syam Arifien dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dede Sudrajat, sejumlah Muspida Ciamis dan pejabat.Almarhum wafat di usia 59 tahun dengan meninggalkan seorang istri, Hj. Dewi Ratna Wulan dan empat anak, yakni Ike Dewi Ratna Wulan, Syarifa Mardiyah, Irma Kholilah, dan Sifa Zakiyah, serta sekitar 750 santri yang menimba ilmu dari berbagai daerah.
Menurut Keponakannya, Dendeu Rifai Hielmi, KH. Kolil Rohman wafat karena stroke dan ginjal yang dideritanya sejak tiga bulan terakhir ini. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, dia sempat mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Ciamis selama tiga hari. Almarhum pun pernah menjalani pengobatan tradisional holistik di Purwakarta.
Mewakili Keluarga Almarhum, Ketua PC NU Ciamis, KH Agus Abdul Kholik menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhum. Dan berharap semoga setelah berpulangnya almarhum, akan lahir lagi sejumlah ulama yang menyayangi umat.
"Dengan wafatnya almarhum, maka pengasuh pondok pesantren Cijantung terus berkurang. Kami berharap, dengan wafatnya alamarhum bisa tumbuh lebih banyak lagi para alim ulama yang sepadan atau lebih baik," kata Agus.
Pengasuh Pesantren Darusslam KH Fadlil Mansyur Munawar yang juga hadir menyampaikan, wafatnya ulama merupakan musibah besar bagi umat Islam, baik Ciamis, jawa barat maupun keluarga di Pesantren Cijantung.
"KH Hholil Rohman merupakan ulama besar. Sampai aat ini belum ada ulama lain yang bisa menyetarai keilmuanya, terutama dalam bidang qiroah yang bisa membuat bergetar setiap mustami yang mendengarnya," kata Kang Acep, panggilan akrab KH Fadlil.
Kang Acep berpesan, kepergian KH Holil harus menjadi dorongan agar tumbuh ulama lain sebagai penerus Pondok Pesantren Cijantung. "Saya yakin, Pondok Pesantren Cijantung bisa berkembang. Karena keilmuan yang diajarkan di pesantren ini sudah berjalan dan sudah ditularkan ke para santri yang menimba ilmu di Cijantung," ujar Acep. K-28***

Author : Zulkarnain Finaldi Dibaca : 821 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.