Ribuan Kelelawar di Situ Panjalu Menghilang

Wednesday, 30 Nov 2011 | 16:25:18 WIB
Warga Khawatir Ada Pertanda Buruk

Terkait

Warga Khawatir Ada Pertanda Buruk

CIAMIS (KP).-
Selama berpuluh-puluh tahun, pepohonan Nusa Gede dimana di dalamnya ada makam keramat Prabu Sanghyang Boros Ngora yang terletak di tengah situ Panjalu, dihinggapi komunitas kelelawar atau kalong yang jumlahnya ribuan.
Komunitas kalong tersebut tidak pernah berpindah ke nusa lain di sekitar situ, atau pepohonan lain selain pohon yang ada di Nusa Gede. Tetapi sudah 17 hari ini, makam keramat Boros Ngora tak lagi dikelilingi kalong yang menggelayut di pohon Nusa Gede dan berkeleling terbang di atasnya. Mereka sudah pergi meninggalkan Situ Panjalu, entah pergi kemana.
Hilangnya komunitas kalong selama lebih dari dua minggu ini, menimbulkan banyak tanda tanya bagi warga setempat. Seperti yang diungkapkan Haris, warga Kampung Dukuh, Kec. Panjalu. Ia bersama warga di Panjalu merasa heran dengan kejadian tersebut yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Warga khawatir, perginya kalong dari Nusa Gede Panjalu menjelang tahun baru islam dan menjelang nyangku ini, menyimpan tanda-tanda atau isyarat akan terjadinya sesuatu. "Yang kami khawatirkan, ini menjadi pertanda buruk, karena baru pertama kali terjadi," katanya.
Bahkan menurutnya, bukan hanya kelelawar, burung pun tak terlihat singgah di Nusa Gede Panjalu ini. "Burung pun tak mau hinggap di situ. Semoga saja pertandanya pertanda baik, " kata Haris.
Dikatakan Haris, memang pernah terjadi dimana Nusa Gede ditinggal pergi komunitas kalong, tetapi hanya berlangsung satu hari. Tapi kali ini sudah tujuhbelas hari kalong kalong itu tak lagi kembali ke Nusa Gede.
Warga menyayangkan, kejadian ini tidak dijadikan perhatian serius pihak disbudpar Ciamis. Karena hingga saat ini, belum ada satupun dari instansi terkait yang melakukan kajian, kenapa Nusa Gede ditinggal pergi komunitas kalong.
"Apa karena gejala alam atau karena faktor lain. Ini harus dikaji agar tidak berkembang dugaan-dugaan lain yang bersifat mistis dan menyesatkan warga, " ujar Haris. K-27***

Author : Zulkarnain Finaldi Dibaca : 574 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.