Pimpinan DPRD Banjar Berang

Tuesday, 04 Oct 2011 | 05:28:03 WIB
Disebut Tak Ada Kaitan “Study Tour” SMAN 1 dengan DPRD

Terkait

BANJAR, (KP).-
Pernyataan kekesalan Wakasek SMAN 1 Banjar kepada wali murid terkait wacana study tour, menuai reaksi keras di gedung wakil rakyat.
Sejumlah anggota dewan mengaku terusik dengan lontaran antara study tour dengan DPRD tidak ada kaitannya sehingga tidak perlu laporan ke DPRD.
Beberapa politisi ini menyayangkan statemen tersebut, apalagi dengan nada ancaman kepada si pelapor untuk dibahas dalam rapat di internal sekolah.
Padahal, sangat wajar masyarakat melaporkan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat kepada DPRD, karena DPRD merupakan wakil masyarakat yang dipilih secara syah.
“Lantas kalau ada masalah seperti itu di masyarakat, harus melaporkan kepada siapa? Jujur, saya secara pirbadi dan lembaga pun pasti setuju merasa kecewa dengan pernyataan itu,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Budi Sutrisno, Senin (3/10) dengan raut muka memerah.
Kegeraman Budi semakin menjadi saat mengamati pernyataan dari pihak sekolah, yang menyebutkan rencana study tour itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan dewan. Ia menegaskan, akan ada keterkaitan erat dengan DPRD manakala rencana tersebut menimbulkan kegelisahan dan keresahan di masyarakat.
“Wajar bila kami ingin mengetahui aspirasi masyarakat. Toh, kami yang menjadi perwakilan masyarakat. Bukan sekolah itu atau pun guru-guru yang ada di dalamnya. Tolong lah, itu jangan dianggap enteng,”katanya.
Kekesalan serupa diungkapkan Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Banjar, Asep Kusnadi. Kata dia, pernyataan sekolah tersebut tidak mencerminkan kearifan berfikir dunia pendidikan.
“Seorang tenaga pendidik tidak harus melontarkan ungkapan demikian. Harusnya bisa lebih memberikan wawasan pencerahan pola pikir dan tentunya dengan sikap bijaksana sebagai pendidik. Jangan asal ngecap seperti muridnya yang masih kanak-kanak,” ketus Asep.
Sebelumnya, pihak SMA Negeri 1 Banjar mengutarakan kekesalannya terhadap orang tua murid yang memberitahukan rencana study tour tersebut ke sejumlah pihak antara lain, Aktivis LSM dan Anggota DPRD.
Bahkan pihak sekolah sempat muncul ancaman akan melakukan rapat membahas hal itu.K-15***

Author : Teguh Arifianto Dibaca : 308 kali
Sent using Telkomsel Mobile Internet Service powered by
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.