Redaksi Kabar-Priangan

Harian Umum Kabar Priangan merupakan media komunikasi di bawah naungan manajemen Grup Pikiran Rakyat. Kelahiran manajemen Grup Pikiran Rakyat berawal dari sebuah kepengelolaan penerbitan HU “Pikiran Rakyat” yang dalam perkembangannya telah menjadi surat kabar harian terbesar dan terkemuka di Jawa Barat. Sebagai Community Newspaper, Surat Kabar Priangan beredar mulai dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, dan Sumedang serta beberapa daerah dimana terdapat penduduk asal Priangan Timur. SK (Surat Kabar) Priangan hadir ditengah-tengah pembaca seiring dengan pesat dan dinamisnya denyut nadi kehidupan pembangunan di Jawa Barat, khususnya yang terjadi di wilayah Priangan Timur.

Dalam perjalanannya surat kabar Priangan dapat tumbuh secara dinamis. Namun pertumbuhan tersebut tidak hanya diiringi oleh terjadinya peningkatan penjualan, namun juga wilayah edarnya. Sejalan dengan langkah-langkah tersebut perusahaan mengembangkan usahanya melalui perluasan jangkauan pemasaran dengan harapan dapat meningkatkan penjualan. Dalam hal pelayanannya dengan jalan memenuhi permintaan pembaca sebaik-baiknya dan untuk meningkatkan kinerja perusahaan ditunjang dengan memiliki karyawan dan alat transportasi sendiri dan berusaha menambahnya dalam memenuhi permintaan konsumen.

Sejarah Singkat Harian Umum Kabar Priangan

Nama Priangan sendiri identik dengan istilah Parahiyangan, yang berarti tempat bermukimnya para dewa di tatar sunda parahyangan. Dengan alam dan penoramanya yang indah, berudara sejuk serta masyarakatnya yang religius, ramah dan santun, SK Priangan terbit memenuhi tuntutan pembaca yang membutuhkan informasi local yang tajam, akurat dan terpercaya dengan motto “Kritis Tapi Etis”, sehingga potensi SK Priangan dapat dijadikan media efektif dan efisien. Sebagai surat kabar local (Community newspaper) SK Priangan ingin mendekatkan diri dengan pembacanya dengan memuat berita-berita local seputar wilayah Priangan Timur, meliputi Tasik, Garut, Sumedang, dan Ciamis termasuk Banjar.

Seiring dengan semakin pesatnya peta persaingan media cetak di tanah air, terutama dengan semakin membanjirnya penerbitan surat kabar yang ingin menguasai pangsa pasar Jawa Barat, maka menajemen Grup Pikiran Rakyat melahirkan beberapa anak penerbitan, baik dalam bentuk penerbitan khusus, seperti tabloid ekonomi “Mitra Bisnis” dan tabloid berbahasa sunda “Galura” juga menerbitkan surat kabar-surat kabar local seperti halnya: HU. “Kabar Priangan” di Tasikmalaya, HU “Kabar Cirebon” di Cirebon, HU “Galamedia” di Bandung, dan HU “Kabar Banten” di Serang.

SEJARAH pendirian Harian Umum (HU) “Kabar Priangan” tidak terlepas dari peran Bapak Atang Ruswita (Alm), Direktur Utama Grup Pikiran Rakyat pada waktu itu, sebagai respon terhadap permintaan sejumlah tokoh masyarakat warga Priangan Timur (Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kab. Garut, Ciamis, Sumedang dan Kota Banjar) yang menginginkan adanya satu media yang bisa menyalurkan aspirasi mereka.

Pertamakali terbit pada 15 Mei 1999, diterbitkan oleh PT. Berkah Pikiran Rakyat (satu perusahaan yang tergabung dalanm Grup Pikiran Rakyat Bandung) dengan Surat Izin Penerbitan Perusahaan Pers (SIUPP) No. 758/SK/Menpen. SIUPP/1998, 4 Desember 1998. Kantor Redaksi dan Tata Usaha di Perum Bumi Resik Panglayungan, Jl. Dinding Ari Raya No. 12, Kota Tasik-malaya,. dengan format berupa tabloid dan bernama “Priangan” (tanpa kata “Kabar” di depannya) dan pemasarannya sebagai sisipan HU. Pikiran Rakyat. Frekuensi terbitnya juga baru seminggu sekali yaitu setiap hari Kamis. Ada pun nama “Priangan” disepakati  dari hasil lokakarya di Kampus Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang dihadiri para tokoh masyarakat Priangan Timur.

Dalam perjalanannya surat kabar Priangan dapat tumbuh secara dinamis. Pertumbuhan tersebut tidak hanya diiringi oleh terjadinya peningkatan penjualan,namun juga wilayah edarnya. Sejalan dengan langkah-langkah pengembangan sirkulasi dan iklan. Cakupan wilayah distribusi Kabar Priangan meliputi:

a.Tasikmalaya
Secara geografis Tasikmalaya berada di wilayah timur provinsi Jawa Barat. Dalam struktur pemerintahan, Tasikmalaya terbagi menjadi dua wilayah, kota dan kabupaten dengan jumlah kecamatan sebanyak 30 dan 15 kelurahan serta 397 desa.
Sebagai daerah lintasan jalur transportasi darat antara Jawa Barat dan Jawa Tengah melalui jalur selatan, Tasikmalaya dikenal tidak hanya oleh karena gunung Galunggung-nya yang sempat meletus pada tahun 1982, namun lebih dari itu Tasikmalaya juga sangat dikenal dengan hasil kerajinan tradisionalnya. Kesohoran kelom geulis, payung geulis dan anyaman serta bordir tidak hanya sebatas di Jawa Barat, namun pangsa pasarnya ternyata telah merambah sampai ke luar negeri. Dari segi pariwisata juga banyak sekali yang memerlukan sentuhan investor diantaranya; Pantai selatan Cipatujah, Gua Saparwadi Pamijahan dsb.

Karakter masyarakat Tasikmalaya yang dikenal agamis, dengan menjunjung tinggil nilai-nilai religiusnya, dalam kehidupan penuh diwarnai oleh rasa kebersamaan dan gotong royong. Begitu juga dari segi pertumbuhan ekonomi, setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang dinamis, seiring dengan laju pembangunan yang terjadi di Tasikmalaya. Pada perkembangannya, Tasikmalaya juga telah menjadi sentra pendidikan di kawasan Priangan Timur, terutama ditunjang dengan adanya beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi.

b.Ciamis dan Banjar
Kabupaten Ciamis adalah merupakan daerah terujung di wilayah timur bagian selatan Jawa Barat yang berbatasan degnan provinsi Jawa Tengah. Dengan luas wilayah 2.559,10 km2. Sebagaimana masyarakat Tasikmalaya dan Garut, Ciamis juga dikenal akan kehidupan masyarkatnya yang agamis dan dinamis. Sesuai dengan potensi alamnya, sebagian besar masyarakt Ciamis hidup dengan penghasilan sbagai pedagang, tani dan wiraswasta.

Ciamis juga memiliki Pantai Pangandaran, green canyon alias cukang taneuh, dan masih banyak lagi, sehingga potensinya tidak hanya telah menjadai daerah tujuan wisata bagi wisatawan domestik dan wisawatan asing, melainkan juga telah menjdaikan salah satu sumber terbesar bagi pendapatan asli daerah setempat.

c.Garut
Kabupaten Garut mempunyai luas wilayah mencapai 3.066,88 km2. Secara geografis wilayah Garut berbatasan dengan Bandung yang merupakan ibukota provinsi Jawa Barat. Karena potensi alamnya yang merupakan lahan subur serta ditunjang oleh banyaknya aliran sungai, maka sebagian besar luas wilayah Garut dipergunakan untuk lahan pertanian.

Garut selain dikenal akan masyarakatnya yang agamis, juga dikenal sebagai sentra industri penyamakan kulit terbesar di Indonesia. Selain itu Garut juga adalah merupakan daerah tujuan wisatra yang cukup tersohor di wilayah Priangan, dengan panorama alam pegunungan yang indah plus adanya sumber air panas di Cipanas. Dengan mendapat julukan sebagai kota intan, Garut juga sekarang telah menyaingi Lembang dan Pangalengan, terutama sebagi sentra agrobisnis, khususnya sayur-mayur, serta menjadi sentara industri pangan yang paling menonjol dibanding dengan daerah tetangganya.
                      
d.Sumedang
Sumedang identik dengan sebuatan "kota tahu". Kita dapat melihat hampir disepanjang ruas jalan di ibukota Kabupaten Sumedang banyak ditemukan toko dan kios-kios yang berjualan tahu.

Selain dikenal sebagai kota tahu, Sumedang juga adalah merupakan kota transit dan sentra pendidikan. Di kawasan pendidikan Jatinangor tercatat ada beberapa perguruan tinggi ternama. Seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) serta Sekolah Tinggi Pemerintahan Daerah Nasional (STPDN) dengan jumlah mahasiswa puluhan ribu, yang umumnya datang dari berbagai belahan provinsi di Indonesi.